Fatwa Ulama Besar Tentang Palestina

February 29, 2008 at 5:01 am | Posted in PALESTIN | Leave a comment

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh, Wa Ba’du :

Sesungguhnya kita telah dibuntuti oleh tambahan kesedihan dan rasa pedih yang besar dari apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina berupa penindasan, kezholiman, pembunuhan terhadap orang-orang tidak berdosa, merampas harta benda dan tanah, meruntuhkan rumah-rumah, membuat takut orang-orang yang sedang tentram dan mengepung perkampungan-perkampungan dengan pasukan yang besar, terlatih, dipersiapkan dengan persiapan yang kuat untuk berperang membantai penduduk yang tidak punya kekuatan lagi tertekan dibawah tangan zamroh (sekelompok) dari orang-orang yang melampaui batas lagi zholim dan orang-orang yang membantunya dari orang-orang yang zholim yang penuh kedengkian

Dan sesungguhnya saya –sebagai penunaian tanggung jawab dan menjalankan kewajiban- benar-benar mengajak saudara-saudaraku kaum muslimin di setiap tempat, bangsa dan rakyat untuk menjadi satu tangan dan menyatukan kalimat mereka untuk membantu saudara-saudara mereka di Palestina dan berusaha dengan segala jalan yang bisa ditempuh untuk menghilangkan kezholiman itu dari mereka sebagai realisasi dari firman Allah Ta’ala :

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (QS. At-Taubah : 71).

 

Dan firman-Nya yang Maha Suci :

 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”. (QS. Al-Hujurat : 10).

 

Dan sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam :

 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.رواه مسلم

“Perumpamaan orang-orang yang beriman itu dalam kasih sayang, rahmat dan kelemahlembutannya seperti satu tubuh jika mengeluh salah satu bagian tubuh maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan panas dan demam”. (HSR. Muslim).

 

Dan dalam Shohih Bukhary dari hadits Anas, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

 

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُوْمًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا ؟ قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدِهِ

“Tolonglah saudaramu yang zholim atau yang dizholimi. Mereka berkata : “Ya Rasulullah kami menolong yang dizholimi, bagaimana kami menolong yang menzholimi ?”. Beliau menjawab : “Ambil tangannya (cegah kezholimannya-pent.)”.

 

Dan didalam (shohih Bukhary) juga dari hadits Al-Baro` bin ‘Azib, beliau berkata :

 

أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ فَذَكَرَ عِيَادَةَ الْمَرِيْضِ وَاتِّبَاعَ الْجَنَائِزِ وَتَشْمِيْتَ الْعَاطِسِ وَرَدَّ السَّلاَمِ وَنَصْرَ الْمَظْلُوْمِ وَإِجَابَةَ الدَّاعِيْ وَإِبْرَاءَ الْمَقْسَمِ

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara, maka beliau menyebutkan : mengunjungi orang sakit, mengantar jenazah, menjawab orang bersin, menjawab salam, menolong yang dizholimi, menjawab undangan dan melaksanakan sumpah”.

 

Maka telah tetaplah dengan (dalil-dalil) ini bahwasanya wajib bagi setiap muslim untuk menolong saudara-saudaranya kaum muslimin sesuai kadar kemampuannya. Kemudian saya mengajak kepada orang-orang ‘uqola` dan orang-orang yang munshif diseluruh penjuru bumi untuk berdiri diatas al-haq dan keadilan dan menentang kezholiman dan hendaklah semuanya mengetahui bahwasanya membenarkan orang-orang yang zholim diatas kezholimannya atau diam darinya apalagi kalau membantunya adalah merupakan sebab murkanya Allah dan (sebab) kehancuran bagi orang yang melakukannya karena dia ikut berserikat dalam kezholimannya. Dan Allah Ta’ala berfirman :

 

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zhalim terhadap orang-orang dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih”.(Q.S. Asy-Syura : 42)

 

Dan (Allah) subhanahu mengabarkan tentang orang-orang yang zholim dan sunnah-Nya dalam menghancurkannya :

 

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa”.(Q.S. Yunus : 13)

Dan (Allah) subhanahu berfirman :

وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا

“Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka”.(Q.S.Al-Kahfi ayat 59)

Dan (Allah) azza min qo`il subhanahu berfirman :

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan betapa banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) atasnya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu)”.(Q.S. Al-Haj: 48)

Dan Allah mengkhabarkan bahwasanya orang yang zholim bagaimanapun perbuatannya sesungguhnya dia tidak akan beruntung sebagaimana dalam kisah Musa Alaihissalam bersama Bani Israil dalam memberikan hujjahnya kepada Fir’aun, maka Musa berkata kepadanya sebagaimana Allah kabarkan tentangnya :

وَقَالَ مُوسَى رَبِّي أَعْلَمُ بِمَنْ جَاءَ بِالْهُدَى مِنْ عِنْدِهِ وَمَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang sebenarnya membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim”.(Q.S. Al-Qashash : 37)

Dan termasuk sunatullah Al-kauniyah bahwasanya Allah membuat terlena bagi orang yang zholim sampai jika Dia mengadzabnya tidak akan melepaskannya.

Dalam Ash-Shohihain (Bukhary-Muslim) dari Abu Musa Al-‘Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

إن الله ليملي للظالم حتى إذا أخذه لم يفلته ثم قرأ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ ((وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ))

“Sesungguhnya Allah membiarkan orang yang zholim sampai jika Dia mengambilnya (mengadzabnya) tidak akan melepaskannya. Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam membaca (ayat) : “Dan begitulah azab Rabb-mu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”.(Q.S. Hud ayat 102)

Maka wajib bagi semuanya untuk berhati-hati dari kezholiman karena sesungguhnya akibatnya sangat mengerikan dan kezholiman (akan dibalas) dengan berbagai kezholiman pada hari kiamat. Kemudian juga wajib bagi semuanya untuk menahan orang-orang yang zholim dan menghentikan kezholimannya kalau tidak maka adzab dan kehancuran akan menimpa semuanya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَوَّلَ مَا دَخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ فَيَقُوْلُ يَا هَذَا اتَّقِ اللهَ وَدَعْ مَا تَصْنَعْ فَإِنَّهُ لاَ يَحِلُّ لَكَ ثُمَّ يَلْقَاهُ مِنْ الْغَدِ فَلاَ يَمْنَعُهُ ذَلِكَ أَنْ يَكُوْنَ أَكِيْلَهُ وَشَرِيْبَهُ وَقَعِيْدَهُ فَلَمَّا فَعَلُوْا ضَرَبَ اللهُ قَلُوْبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ ثُمَّ قَالَ ((لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ)) ثُمَّ قَالَ : كَلاَّ وَاللهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ وَلَتَأْخَذُنَّ عَلَى يَدِ الظَّالِمِ وَلَتَأْطُرُنَّهُ عَلَى الْحَقَّ أَطْرًا وَلَتَقْصُرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ قَصْرًا

“Sesungguhnya kekurangan pertama yang terjadi pada Bani Israil adalah seseorang melihat seseorang yang lain (berbuat maksiat) maka dia berkata kepadanya : “Wahai fulan bertaqwalah kepada Allah tinggalkan perbuatanmu karena semua itu tidak halal bagi kamu”. Kemudian keesokannya ia melihatnya lagi (dalam perbuatanya) akan tetapi tidaklah hal tersebut menghalanginya untuk menjadi teman makan, minum dan duduknya bersamanya. Tatkala mereka berbuat demikian, Allah menutup hati sebagian diantara mereka kepada yang lainnya. Kemudian beliau membaca (ayat) : “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”.(Q.S.Al-Ma`idah : 78-79)

Kemudian beliau berkata : “sekali-kali tidak demi Allah hendaknya kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar dan mengambil tangan orang-orang yang zholim (menghalangi/menghentikan) dan kalian benar-benar mengikut kepada kebenaran dan benar-benarnya mengurungnya di atas kebenaran”.

Dan hendaklah setiap orang yang beraqal diantara kita memperhatikan dan memikirkan akibat-akibat yang diterima oleh ummat-ummat yang telah lalu bagaimana Allah membinasakan mereka dengan kezholimannya dan mereka melampaui batas walaupun kekuatannnya sangat besar. Karena sesungguhnya Allah tidak ada sesuatupun di bumi dan di langit yang bisa melemahkan-Nya dan Dia Subhanahu telah mengharamkan kezholiman pada dirinya dan menjadikannya perkara yang haram diantara hamba-hamba-Nya. Demikianlah dan hanya kepada Allah saya memohon untuk memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan menolong hamba-hamba-Nya yang bertauhid sebagaimana saya memohon kepada-Nya yang Maha Suci agar menolong saudara-saudara kami di Palestina  dan mengikat hati-hati mereka (menyatukan) dan menguatkan kaki-kaki mereka dan menolong mereka dari musuh-musuhnya dan agar Allah yang Maha Suci menjadi wali dan penolong bagi mereka dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dan menurunkan bencana dan adzab-Nya kepada mereka sesungguhnya Dia yang Maha Suci lagi Maha Berkuasa atas segala sesuatu Maha Mampu dan Maha Mengabulkan do’a. Shollallahu wasallam ‘Ala Nabiyyina Muhammad Wa ‘Ala Alihi Wa Shohbihi Ajma’in.

Sumber:

http://www.darussalaf.or.id/

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: