Talfiq & Persoalannya

October 28, 2008 at 6:27 am | Posted in BERITA | Leave a comment

22 Okt 2007
Ust Dr Abdullah Yasin

عن عبدالله بن عمرو بن العاص:

قالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول: إِنَّ الله لا يَقْبضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقِبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّ إذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤوسَاً جُهَّالاً ، فَسُئِلُوا ، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْم ، فَضَلُّوا وأَضَلُّوا

(متفق عليه)

Terjemahan:

Daripada Abdullah Bin ‘Amr Bin Al-‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda: Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan menariknya daripada hamba-hambaNya, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan ‘ulama (orang-orang ‘alim) sehingga jika tidak ada lagi seorang ‘alim pun maka manusia akan mengangkat Juhalaa’ (orang-orang jahil) sebagai pemimpin mereka. Lalu (jika) mereka ditanya, maka merekapun memberi fatwa tanpa ilmu, (akhirnya) mereka sesat dan menyesatkan orang lain.

(Muttafaq ‘Alaih = HR Bukhari dan Muslim)

Uraian Hadis:

Dalam hadis Sahih di atas Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) telah menjelaskan bahwa cara Allah SWT mengangkat ilmuNya daripada muka bumi ini bukanlah dengan mencabutnya dari ingatan hamba-hambaNya sehingga mereka menjadi lupa dan akhirnya jahil. Tetapi caranya ialah dengan mematikan para ‘Ulamanya.

Sehingga bila orang ‘alim sudah pupus, maka manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin mereka yang jahil. Dan jika pemimpin yang jahil itu ditanya maka mereka akan mengeluarkan fatwa tanpa berlandaskan ilmu dan hujjah yang benar. Akhirnya bukan saja mereka (pemimpin) itu akan sesat tetapi mereka juga akan menyesatkan orang lain.

Demikianlah keadaan akhir zaman sebagaimana yang telah dibayangkan oleh Nabi (sallallahu alaihi wasalam) dalam hadisnya:

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah ilmu akan dicabut dan kejahilan pula akan merata”.

(HR Bukhari)

Islam Agama Ilmu Dan Yakin:

Agama Islam diasaskan di atas keyakinan. Dan keyakinan mestilah berasaskan ilmu. Keyakinan yang terbena bukan atas dasar ilmu boleh membawa kepada kepalsuan dan terdedah dengan kesesatan. Dan ilmu yang meyakinkan tanpa diragukan sedikitpun, lebih-lebih lagi jika menyangkut prihal akidah dan cara kita ibadah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah yang Maha Ghaib ialah segala yang datang daripada Allah dan RasulNya. Hanya Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) manusia yang mempunyai autoriti (kuasa) bagi umat akhir zaman ini untuk menentukan bagaimana cara kita bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Jika seseorang meyakini bahwa ada hidayah (petunjuk) yang lain dan lebih baik daripada hidayah Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) maka rosaklah akidah orang tersebut. Bukan saja akidahnya rosak, malahan amalannya juga akan ditolak dan tidak diterima oleh Allah. Sabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam):

“Barangsiapa yang melakukan amalan tidak sebagaimana yang kami perintahkan maka (amalan itu) tertolak (mardud).

(HR Imam Muslim)

Antara Taqlid Dan Ittibaa’:

Taqlid maknanya mengikuti pandangan seseorang atau mazhab tanpa mengetahui dalil-dalilnya. Dengan kata lain mengikuti secara membuta tuli. Sedangkan Ittibaa’ pula ialah mengikuti pandangan seseorang atau mazhab dengan mengetahui dalil-dalilnya. Dengan kata lain mengikuti dengan ilmu atau berasaskan dalil atau nash-nash. Berdasarkan ta’rif di atas nyatalah bahwa derjat Muttabi’ (orang yang ittiba’) adalah lebih tinggi daripada Muqallid (orang yang taqlid).

Ta’ashshub Mazhab:

Tidak ada salahnya kta mengikuti pandangan Imam-imam mazhab. Pandangan mereka perlu kita hormati karena mereka bukan sembarangan manusia. Ilmu mereka sangat mendalam. Namun demikian kepatuhan kepada mereka ada batasannya dan jangan keterlaluan sampai mengatasi kepatuhan kepada Nabi Muhammad.

Apakah Hukum Talfiq?

Talfiq menurut Fuqahaa (Ahli Fekah) dan Ushuluyin (Ahli Ushul) maknanya: menghimpunkan beberapa pendapat daripada mazhab-mazhab yang berbeda tentang sesuatu ibadah dan mengamalkannya bersama-sama.

Talfiq ada dua jenis:

1. Talfiq yang tercela
2. Talfiq yang terpuji.

(1) Talfiq yang tercela iaitu jika kita hanya mengikuti pandangan seseorang atau suatu mazhab hanya berasaskan taqlid secara membuta tuli tanpa mengetahui dalil-dalilnya. Dan Talfiq jenis ini adalah dilarang dalam Islam dan bercanggah dengan wasiat imam-imam mazhab di atas.

(2) Talfiq yang terpuji jika kita mengikuti pandangan seseorang atau suatu mazhab dengan berasaskan dalil dan hujjah-hujjah tertentu. Talfiq jenis ini diperbolehkan karena kita memang disuruh supaya mengikuti mana pandangan yang lebih baik. Allah SWT berfirman:

“Sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu yang mendengarkan perkataan (Al-Quran dan Al-Hadis) lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal”.

(Az-Zumar :17-18)

Kesimpulan:

Islam agama yakin dan ilmu dan hujjah, bukan agama sangkaan atau warisan neneka moyang atau taqlid buta. Keyakinan yang tidak dibena di atas hujjah adalah keyakinan palsu.

Kita wajib hormati pandangan para Imam Mazhab. Ijtihad mereka akan mendapat ganjaran Allah walaupun salah. Hanya saja kita dilarang mematuhi pandangan mereka jika nyata-nyata bercanggah dengan ketetapan Allah dan RasulNya.

Talfiq (mengamalkan pandangan beberapa mazhab) diperbolehkan sekiranya berdasarkan dalil yang kokoh. Sedangkan Talfiq hanya atas dasar taqlid adalah dilarang dan tercela.

Kitab Rujukan:

Tafsir Adhwaa-ul Bayan Jld. VII – Syekh Amin Syanqithy
Syarhus Sunnah Jld. I – Ibnu Ma’uud Al-Baghaawy
Al-Rukhshah Wal ‘Azimah – Mohammad Ibrahim Syaqrah.

sumber: http://www.al-nidaa.com.my/artikel.php?id=270&action=view

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: